Keuchik Gampong Lampulo Hadiri Penutupan Pembinaan Desa Cinta Statistik dan KPM Tematik UIN Ar-Raniry 2026

Banda Aceh, Senin, 10 Agustus 2026 — Keuchik Gampong Lampulo menghadiri kegiatan penutupan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik UIN Ar-Raniry Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintahan gampong dalam mengelola, memahami, dan memanfaatkan data sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan. Program Desa Cinta Statistik merupakan salah satu upaya BPS untuk mendorong pemerintahan desa/gampong agar mampu mengelola data secara lebih mandiri, akurat, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Keuchik Gampong Lampulo menyampaikan bahwa data memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan arah pembangunan gampong.

«“Data merupakan salah satu fondasi penting dalam perencanaan pembangunan di gampong. Dengan data yang akurat, pembangunan dapat direncanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan,” ujarnya.»

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya masyarakat memperoleh serta menyebarkan informasi melalui media digital, pengelolaan data menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Ia menilai, masifnya peredaran berita hoaks dan informasi yang belum terverifikasi dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat, termasuk ketika pemerintah melakukan pendataan di lapangan.

“Di era digital seperti sekarang, tantangannya bukan hanya bagaimana kita mengumpulkan data, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan masyarakat. Banyaknya informasi yang beredar, termasuk berita hoaks, terkadang membuat masyarakat ragu terhadap informasi maupun proses pendataan yang dilakukan pemerintah,” ungkapnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara pemerintah gampong, masyarakat, BPS, perguruan tinggi, serta pihak-pihak terkait lainnya. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa data yang dikumpulkan secara benar akan menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan.

Keuchik juga mengapresiasi pelaksanaan pembinaan Desa Cinta Statistik serta keterlibatan mahasiswa KPM Tematik UIN Ar-Raniry. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BPS, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan langkah positif untuk membangun budaya sadar data di tingkat gampong.

“Harapan kita, kegiatan ini tidak berhenti pada kegiatan pembinaan saja, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui pengelolaan data yang baik di tingkat gampong. Data harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, sehingga setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan penutupan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan gampong yang berbasis data, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan penguatan literasi statistik dan tata kelola data, Gampong diharapkan tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga mampu menjadi pengelola dan pengguna data yang aktif dalam mendukung pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *